Jarimatika adalah Metode Berhitung Kabataku dengan menggunakan jari-jari tangan.
Metode ini dikembangkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani, dimana awal mulanya ditemukan oleh anaknya yang bernama Enes, saat itu usianya 4 tahun dan sudah mengikuti Sempoa. Dia mengotak-atik jarinya, sehingga terciptalah Jarimatika yang akhirnya oleh sang Bunda di kembangkan hingga menjadi Jarimatika.
Kelebihan Jarimatika :
- Tidak menggunakan alat bantu selain jari tangan.
- Tidak membebani memori otak
- Kinerja otak kanan kiri menjadi seimbang.
- Memberikan Pemahaman bukan hanya jawaban.
- Metode : Bermain sambil Belajar.
- Mudah dan Menyenangkan
Bagi kami, suasana belajar yang menyenangkan merupakan hal penting yang harus kami jaga, agar otak limbik anak selalu terbuka guna menerima ilmu yang diberikan.
Karena kalau otak limbiknya belum terbuka, ilmu semudah apapun tidak akan mudah diserap oleh anak.
Jarimatika merupakan alat bantu dalam hal mengerjakan soal Matematika, sehingga dengan Jarimatika ini kami akan merubah image anak tentang Matematika, dari sesuatu yang membosankan dan memberatkan menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan
kalau dianalogikan dengan kerja komputer
metode jarimatika itu mirip RAM ya bu dian…
ha ha … saya ga ngerti RAM itu apa? Bahasa komputer agak kuper nih pak.
jarimatika adalah proses
katabaku yaitu ( KALI TAMBAH BAGI KURANG ) DAN TIDAK MEMBEBANKAN OTAK
semenjak tahun 1983, sebenarnya saya sudah menggunakan jari-jari tangan ini untuk mengajarkan perkalian untuk siswa-siswa SLB di Buntok KalTeng, namun hanya sebatas perkalian 6 – 9 saja karena bagi siswa hasil perkalian ini susah dingat oleh siswa karena itu saya selalu mengajarkan dengan menggunakan jari tangan. sungguh hebat ibu Septi mampu mengembangkan metode ini, saya ucapkan selamat dan sukses.
terima kasih atas pujiannya pak, Insya Allah saya sampaikan. Posisi saya hanya sebagai cabang di kota Bogor, sedangkan bu Septi di Pusat Salatiga.