Kiriman : Lia kecil (FB)
Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang
disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini? kandungan
gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa
(41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat
madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita. Kadar
protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam
aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial.
Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh
balita.
Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3,
B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara
lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan
sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan
sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu
mendekati yang terdapat dalam darah manusia. Penelitian menunjukkan,
madu juga mengandung faktor pertumbuhan.
Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih
cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang
ditanam tanpa perlakuan madu. Perbandingan kadar zat gizi madu secara
umum terhadap gula pasir dapat dilihat pada tabel 2.
Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu
keunikan madu.
Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of
Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru
membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan
berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi berbagai
patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara
teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit
kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit
jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata,
telinga, dan syaraf.
Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari
Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya,
di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab
terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang
tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut
tidak dapat hidup dan berkembang.
Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi
pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau
mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat
dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya
senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut
tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti
polyphenol, flavonoid, dan glikosida.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi
manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang
bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference)
yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina.
Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang
berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal
jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit.
Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk
pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total.
Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa
resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir,
masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya..
Manfaat Madu
Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:
Mudah dicerna:
Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya
fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling
sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu
membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik. Rendah kalori:
Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang
sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang
besar, madu tidak menambah berat badan. Berdifusi lebih cepat melalui
darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam
darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak
berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.
Membantu pembentukan darah:
Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan
darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh
positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi
sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan
arteriosklerosis.
Membunuh bakteri:
Sifat madu yang membunuh bakteri disebut “efek inhibisi”. Penelitian
tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila
diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam
koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab
merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.
Royal jelly:
Royal jelly adalah zat yang diproduksi lebah pekerja di dalam sarang.
Zat bergizi tinggi ini mengandung gula, protein, lemak, dan berbagai
vitamin. Royal jelly digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang
disebabkan kekurangan jaringan atau kelemahan tubuh.
Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan
lebah, dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa
lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit “dengan
sendirinya”.
TABEL KOMPOSISI MADU DAN GULA PASIR (PER 100G)
MADU GULA
Energi (kkalori) 304 385
protein (g) 0.3 0
karbohidrat (g) 82.3 99.5
serat (g) 0.1 0
Vitamin :
Vitamin b6 (mg) 0.02 0
Vitamin C (mg) 1.0 0
Riboflavin (mg) 0.04 0
Niasin (mg) 0.3 0
Pantotenat (mg) 0.2 0
Asam Folat (mg) 3.0 0
Mineral :
Kalsium (mg) 5.0 0
Fosfor (mg) 6.0 0
Natrium (mg) 5.0 1.0
Kalium (mg) 51.0 0
Magnesium (mg) 3.0 0
Fe (mg) 0.5 0
Zn (mg) 0.1 0
Copper (mg) 0.2 0
Sumber : Food and Nutrition Encyclopedia (1994)
Filed under: Pembahasan | Tinggalkan sebuah Komentar »